Kabarjatim.id | Probolinggo — Gedung Pertemuan Paiton Resort berubah menjadi pusat semangat persatuan dan pengabdian pada Selasa siang, 9 Desember 2025, ketika ratusan Relawan Bunda Anisah dari seluruh penjuru Kabupaten Probolinggo berkumpul dalam agenda sosialisasi Empat Pilar Kebangsaan bersama Anggota MPR RI, Dra. Hj. Anisah Syakur, M.Ag. Kehadiran para relawan ini sekaligus menjadi wujud konsolidasi gerakan sosial yang selama ini berkembang aktif di tengah masyarakat.
Dalam kegiatan tersebut, Anisah Syakur menegaskan kembali pentingnya pemahaman dan pengamalan Empat Pilar Kebangsaan, Pancasila, UUD 1945, NKRI, dan Bhinneka Tunggal Ika — sebagai fondasi utama dalam membangun bangsa. Ia menekankan bahwa relawan, sebagai kelompok yang terjun langsung dalam pelayanan masyarakat, harus menjadi garda terdepan dalam menjaga nilai-nilai kebangsaan tersebut.
“Relawan itu bukan hanya hadir ketika ada acara. Relawan adalah mereka yang mau bekerja tanpa pamrih, mengulurkan tangan untuk masyarakat, serta menjaga marwah perjuangan,” tegas Anisah di hadapan para peserta. Ia menambahkan bahwa kerja kerelawanan yang dilandasi ketulusan hati merupakan bentuk konkret pengamalan nilai-nilai luhur Pancasila.
Dalam penyampaiannya, Anisah menekankan bahwa kekuatan sebuah gerakan tidak diukur dari besarnya jumlah pendukung, tetapi dari keteguhan komitmen mereka dalam memberikan manfaat. Ia menggarisbawahi bahwa relawan adalah agen perubahan yang memiliki peran penting dalam menggulirkan program-program pemberdayaan, sosial, dan kemanusiaan hingga ke masyarakat lapisan terbawah.
Ia menjelaskan bahwa Empat Pilar Kebangsaan harus menjadi pedoman moral dan etika dalam setiap aktivitas kerelawanan. Dengan berpegang pada nilai-nilai kebangsaan, para relawan dapat menjaga integritas gerakan, menghindari konflik kepentingan, serta memastikan bahwa setiap langkah yang dilakukan benar-benar berpihak pada kebaikan masyarakat.
“Relawan Bunda Anisah harus menjadi kekuatan yang memberi manfaat. Kalian hadir bukan untuk kepentingan pribadi, tetapi untuk masyarakat, keluarga, tetangga, dan lingkungan di mana kalian hidup. Spirit itulah yang membuat gerakan ini terus dipercaya,” ujarnya.
Selain memberikan arahan, Anisah juga mengapresiasi komitmen para relawan yang selama ini aktif dalam berbagai kegiatan sosial, mulai dari pendampingan masyarakat, kesehatan, pendidikan informal, hingga aksi cepat tanggap kemanusiaan. Konsistensi ini, menurutnya, mencerminkan bahwa gerakan ini dibangun di atas fondasi keikhlasan yang kuat.
Anisah turut menyoroti besarnya potensi Kabupaten Probolinggo dalam pengembangan sumber daya manusia dan ekonomi lokal. Ia berharap para relawan dapat mengambil peran lebih besar sebagai bagian dari ekosistem pembangunan daerah, dengan mendorong inisiatif-inisiatif positif dan menjalin sinergi dengan berbagai pihak.
“Perubahan tidak selalu datang dari lembaga besar. Perubahan sering kali dimulai dari sekelompok orang baik yang mau bergerak,” ungkapnya, memberi dorongan moral kepada seluruh peserta.
Suasana kegiatan berlangsung hangat, penuh optimisme, dan sarat keakraban. Interaksi antarrelawan dari berbagai kecamatan menunjukkan kuatnya ikatan solidaritas dan kesadaran kolektif untuk terus berkontribusi bagi masyarakat.
Menutup arahannya, Anisah Syakur menegaskan bahwa gerakan kerelawanan harus selalu didasari nilai kejujuran, integritas, serta pengamalan Empat Pilar Kebangsaan dalam kehidupan sehari-hari. Dengan landasan itu, ia optimis Relawan Bunda Anisah se-Kabupaten Probolinggo akan terus menjadi kekuatan sosial yang memberi manfaat luas, menjaga kekompakan, dan tetap bergerak pada jalur pengabdian yang berpihak kepada masyarakat.
Pertemuan siang yang penuh energi itu menjadi momentum penting dalam memperkuat struktur gerakan relawan, memantapkan langkah bersama, dan menumbuhkan keyakinan bahwa kerja-kerja kerelawanan mampu menjadi kekuatan transformatif bagi masyarakat Probolinggo.


Tinggalkan Balasan