Malang fyi.co.id – Menjelang perayaan Idul Fitri, aktivitas sosial yang melibatkan unsur politik kembali menjadi sorotan di Kota Malang. Salah satu inisiatif datang dari Rendra Masdrajad Safaat, anggota DPRD setempat dari Partai Keadilan Sejahtera (PKS), yang menggelar pembagian ratusan paket bingkisan kepada jaringan internal partai dan relawan.
Kegiatan yang berlangsung pada pertengahan Maret 2026 itu tidak hanya dimaknai sebagai bentuk kepedulian sosial di bulan Ramadan, tetapi juga mencerminkan upaya konsolidasi internal menjelang momentum keagamaan.
Sasaran utama distribusi paket adalah jajaran pengurus daerah PKS Kota Malang serta kelompok relawan yang selama ini aktif dalam berbagai kegiatan sosial dan politik.
Sebanyak 259 paket disalurkan dalam dua hari pelaksanaan. Bantuan tersebut diberikan sebagai bentuk apresiasi atas kontribusi para kader dan relawan yang dinilai memiliki peran penting dalam mendukung aktivitas partai di tingkat lokal.
Selain itu, kegiatan ini turut menjadi sarana memperkuat komunikasi antara wakil rakyat dengan basis pendukungnya.
“Momentum Ramadan ini kami manfaatkan untuk mempererat hubungan dan menjaga kekompakan antara kader dan relawan agar tetap solid dalam bergerak bersama,” ujar Rendra.
Dewan dari PKS ini menilai bahwa kebersamaan menjadi fondasi utama dalam menjaga keberlangsungan gerakan sosial di tengah masyarakat.
Ia juga menegaskan bahwa kegiatan berbagi tidak hanya bersifat simbolis, melainkan memiliki orientasi jangka panjang dalam membangun kekuatan organisasi.
“Kami ingin memastikan kebersamaan ini terus terjaga. Kekuatan utama dalam menjalankan program kemasyarakatan terletak pada sinergi antara kader, relawan, dan masyarakat,” katanya.
Lebih lanjut, Rendra menyoroti pentingnya peran anggota legislatif yang tidak terbatas pada fungsi formal di parlemen.
“Sebagai wakil rakyat, kami harus hadir secara nyata di tengah masyarakat, tidak hanya melalui kebijakan, tetapi juga melalui aksi sosial yang bisa dirasakan langsung manfaatnya,” tuturnya.
Sejumlah penerima bantuan menyambut positif kegiatan tersebut. Mereka menganggap perhatian yang diberikan mampu meningkatkan motivasi untuk terus berpartisipasi dalam kegiatan sosial kemasyarakatan, sekaligus memperkuat rasa kebersamaan dalam jaringan relawan.
Di sisi lain, pengamat menilai kegiatan seperti ini memiliki dua dimensi sekaligus, yakni sosial dan politis. Selain membantu meringankan kebutuhan menjelang hari raya, kegiatan tersebut juga dinilai efektif dalam menjaga kedekatan emosional antara politisi dan konstituennya.
“Dengan pendekatan berbasis komunitas, relasi yang terbangun akan lebih kuat dibandingkan interaksi formal semata,” pungkasnya.


Tinggalkan Balasan