fyi.co.id Malang — Dalam suasana kebangsaan yang penuh semangat dan disiplin, Pimpinan Wilayah Gerakan Pemuda Ansor Jawa Timur mengukuhkan Satuan Koordinasi Wilayah (Satkorwil) Banser Jawa Timur dalam rangkaian kegiatan Musyawarah Kerja Wilayah (Muskerwil) di BBPPMPV BOE Blimbing, Kota Malang, Sabtu (8/11/2025).
Momentum ini menandai konsolidasi besar Banser Jatim sebagai pasukan ideologis dan sosial yang siap menjaga keamanan, ketertiban, dan keutuhan bangsa di tengah dinamika politik yang kian menghangat menjelang tahun-tahun krusial demokrasi.
Pengukuhan Satkorwil Banser Jatim menjadi bagian penting dari Muskerwil yang mengusung tema “Mengawal Aspirasi, Menjaga Kondusivitas.” Kegiatan tersebut diawali dengan Apel Banser dan Parade Budaya Empat Pilar MPR RI, yang menggambarkan loyalitas Banser terhadap nilai-nilai Pancasila, UUD 1945, NKRI, dan Bhinneka Tunggal Ika.
Hadir dalam kegiatan tersebut sejumlah tokoh penting, di antaranya Kasatkornas Banser H. Syafiq Syauqi Lc, Wakil Ketua Umum PP GP Ansor Lora H. Ach. Ghufron Siradj, Ketua PW GP Ansor Jatim H. Musaffa’ Safril, serta Kasatkorwil Banser Jatim H. Reza Ali Faizin.
Turut menyaksikan pula jajaran pemerintah dan tokoh masyarakat, seperti Staf Ahli Menteri Dikdasmen Prof. Dr. H. Bianto, M.Ag, Wakil Wali Kota Malang H. Ali Mutohirin, dan Wali Kota Blitar H. Sauqul Muhibbin.
Dalam sambutannya, Kasatkorwil Banser Jawa Timur, H. Reza Ali Faizin, menegaskan bahwa pengukuhan ini bukan sekadar seremoni, melainkan momentum memperkuat struktur, disiplin, dan dedikasi kader Banser di seluruh wilayah Jawa Timur.
“Banser tidak pernah diam saat ada ancaman terhadap Pancasila, NKRI, dan ketenangan masyarakat. Kami bukan pasukan politik, tapi penjaga nilai,” tegas Reza.
Ia menjelaskan bahwa Banser Jatim siap siaga dalam menghadapi berbagai potensi gangguan sosial, terutama menjelang masa politik yang rawan provokasi, polarisasi, dan disinformasi.
“Kesiapsiagaan ini bukan hanya tentang kekuatan fisik, tapi juga komitmen ideologis. Kita menjaga marwah organisasi dengan kerja nyata — menjaga kondusivitas, membantu masyarakat, dan memastikan tanah air ini tetap aman bagi semua,” lanjutnya.
Sementara itu, Ketua PW GP Ansor Jawa Timur, H. Musaffa’ Safril, menekankan bahwa Banser tidak hanya dikenal karena militansinya, tetapi juga karena pengabdiannya yang tulus kepada masyarakat.
“Banser adalah benteng moral sekaligus penggerak sosial. Kukuh dalam disiplin, teguh dalam ideologi, dan lembut dalam pelayanan. Itulah wajah sejati Banser Ansor,” ujar Musaffa’.
Ia mengingatkan agar seluruh kader Banser senantiasa menjaga integritas dan profesionalisme di tengah situasi politik yang kerap memecah belah masyarakat.
“Kita ini penjaga nilai, bukan alat kekuasaan. Tugas kita mengawal aspirasi umat dengan cara yang konstruktif dan menjaga kondusivitas agar demokrasi berjalan sehat,” tambahnya.
Kehadiran Banser selama ini dikenal tidak hanya dalam bidang keamanan kegiatan keagamaan, tetapi juga dalam berbagai aksi kemanusiaan — mulai dari penanganan bencana, distribusi bantuan sosial, hingga menjaga toleransi antarumat beragama di akar rumput.
Pengukuhan Satkorwil Banser Jatim 2025 menjadi momentum memperkuat jaringan komando dan mempertegas karakter Banser sebagai pasukan rakyat yang berjiwa nasionalis, religius, dan solider.
“Kami akan terus bergerak di tengah masyarakat — membantu yang lemah, menenangkan yang cemas, dan menjaga yang terancam,” tegas Reza.(tim/red)


Tinggalkan Balasan