PASURUAN, Fyi.co.id -Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Golkar Kabupaten Pasuruan menggelar acara tasyakuran sebagai ungkapan rasa syukur atas penganugerahan gelar Pahlawan Nasional oleh Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, kepada sepuluh tokoh bangsa.
Dalam daftar penerima gelar tersebut tercantum nama-nama besar, di antaranya Alm Syaikhona Muhammad Kholil, Alm Jenderal Besar TNI HM Soeharto, Alm KH Abdurrahman Wahid (Gus Dur), Alm Marsinah, serta enam tokoh nasional lainnya.
Bagi keluarga besar Partai Golkar, penghargaan tersebut memiliki arti khusus. Penganugerahan gelar Pahlawan Nasional untuk Jenderal Soeharto dan Syaikhona Kholil dianggap sebagai momentum berharga yang membawa makna mendalam.
Kedua tokoh itu, kata mereka, mempunyai peran penting dalam perjalanan bangsa—yang satu dikenal sebagai pemimpin yang meletakkan dasar stabilitas nasional, sementara yang lainnya merupakan ulama kharismatik yang menjadi guru bagi para pejuang kemerdekaan.
Plt Ketua DPD Partai Golkar Kabupaten Pasuruan, M. Syaifullah, menjelaskan bahwa Partai Golkar secara aktif turut berpartisipasi dalam berbagai forum dan diskusi yang mengusulkan nama-nama besar tersebut untuk dianugerahi gelar Pahlawan Nasional.
“Golkar menjadi bagian dari suara yang mengusulkan agar jasa Jenderal Soeharto dan Syaikhona Kholil mendapatkan tempat dalam sejarah bangsa. Kedua tokoh ini memberi kontribusi besar bagi perjalanan negeri ini,” ujar Syaifullah menegaskan.
Ia menambahkan, Jenderal Besar Soeharto bukan hanya dikenal sebagai presiden kedua Republik Indonesia, melainkan juga sosok yang menata pemerintahan modern serta menegakkan stabilitas ekonomi nasional di masanya.
Sedangkan Syaikhona Kholil, lanjutnya, merupakan ulama panutan, guru bagi para pendiri organisasi besar, sekaligus sosok yang menanamkan nilai-nilai kebangsaan dan keislaman secara kuat di tengah masyarakat.
“Pak Harto membesarkan Golkar hingga menjadi kekuatan politik yang matang dan berperan besar dalam pembangunan nasional. Sedangkan Syaikhona Kholil membesarkan ruh spiritual bangsa ini. Dua-duanya sama-sama pahlawan dalam makna sejati,” sambungnya.
Rangkaian tasyakuran tersebut berlangsung dalam suasana sederhana namun penuh makna di Pendopo Samuhita, Jalan Jaksa Agung Suprapto, Kecamatan Pandaan, pada Kamis (13/11/2025) siang.
Acara tersebut turut dihadiri oleh jajaran pengurus DPD Partai Golkar Kabupaten Pasuruan, para pengurus kecamatan (PK), serta anggota Fraksi Partai Golkar DPRD Kabupaten Pasuruan.
Syaifullah menegaskan bahwa gelar Pahlawan Nasional bukan sekadar bentuk penghargaan negara, melainkan juga menjadi pengingat bagi seluruh kader untuk terus meneladani semangat pengorbanan serta dedikasi para pejuang bangsa.
“Ini bentuk syukur kami atas penghargaan negara terhadap para pahlawan yang telah berjuang tanpa pamrih. Jasa mereka membawa bangsa ini sampai pada titik kemerdekaan dan kemajuan seperti sekarang,” tutur Syaifullah.
Ia juga menekankan bahwa bangsa yang besar adalah bangsa yang menghargai sejarah dan menghormati jasa para pahlawannya.
Karena itu, Partai Golkar berkomitmen menjadikan semangat para pahlawan sebagai inspirasi utama dalam membangun negeri dari berbagai sektor kehidupan.
“Kami, keluarga besar Partai Golkar, menyampaikan terima kasih kepada Presiden yang telah membuka ruang penghargaan bagi mereka yang benar-benar berjasa untuk negeri,” ujarnya.
Lebih lanjut, Syaifullah menilai bahwa penganugerahan gelar Pahlawan Nasional harus menjadi pedoman moral bagi seluruh kader Golkar agar semakin memperkuat tekad untuk berkontribusi nyata bagi masyarakat.
“Teladan itu bukan hanya dikenang, tapi diwujudkan dalam karya dan pengabdian. Para pahlawan telah menanamkan semangat juang, kini tugas kita untuk melanjutkannya,” pungkasnya.


Tinggalkan Balasan