Malang fyi.co.id – Forum Pemuda Nusa Tenggara Timur (FP NTT) terus memperkuat peran pemuda diaspora sebagai agen persatuan sekaligus motor kontribusi bagi pembangunan daerah asal.
Komitmen tersebut ditegaskan dalam rangkaian perayaan Natal FP NTT yang digelar di Hotel Atria, Kota Malang, Jumat (9/1/2026) malam.
Kegiatan ini tidak hanya dimaknai sebagai perayaan keagamaan, tetapi juga menjadi ruang refleksi, konsolidasi, serta penguatan nilai persaudaraan di kalangan pemuda dan mahasiswa NTT yang menempuh pendidikan maupun bekerja di perantauan.
Hadir dalam kegiatan tersebut pengurus FP NTT dari berbagai daerah, tokoh masyarakat, akademisi, hingga perwakilan pemerintah daerah asal NTT.
Ketua Umum DPP FP NTT, Yohanes Hiba Ndale, menegaskan bahwa Natal FP NTT merupakan momentum strategis untuk mempererat silaturahmi serta meneguhkan nilai dasar organisasi, yakni Baku Lihat, Baku Jaga, dan Baku Sayang.
Menurutnya, kegiatan di Malang ini menjadi pelaksanaan Natal FP NTT yang keempat dan untuk pertama kalinya diinisiasi oleh DPW FP NTT Jawa Timur.
“Kegiatan ini bukan sekadar seremonial, tetapi bagian dari upaya konsolidasi pemuda NTT di perantauan, khususnya di Malang, agar tidak terjadi lagi gesekan sosial yang dapat mencoreng citra masyarakat NTT,” ujar Yohanes.
Senada dengan itu, Ketua DPD FP NTT Malang Raya, Philipus Oskar Api Oa, menyampaikan bahwa Malang dipilih karena menjadi salah satu pusat konsentrasi mahasiswa dan pemuda asal NTT di Jawa Timur.
Ia menilai penguatan komunikasi dan solidaritas antar organisasi daerah mahasiswa NTT sangat penting guna mencegah potensi konflik dan menjaga keharmonisan sosial.
Sementara itu, Kepala Badan Penghubung Provinsi NTT, Florida Taty Satyawati, menyatakan bahwa diaspora memiliki peran strategis dalam agenda pembangunan NTT.
Florida mengungkapkan, Pemerintah Provinsi NTT telah membuka ruang kolaborasi luas bagi diaspora, sejalan dengan visi dan prioritas Gubernur NTT.
“Pada Desember 2025 lalu, kami telah menggelar pertemuan diaspora di Kupang yang rencananya akan menjadi agenda tahunan. Ini bentuk pengakuan bahwa diaspora adalah kekuatan besar bagi pembangunan NTT,” jelas Florida.
Sementara itu, Bupati Sumba Barat Daya, Ratu Ngadu Bonu Wulla, memaparkan berbagai langkah pemerintah daerah dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia.
Di antaranya melalui pembukaan rute penerbangan Denpasar–Tambolaka serta penyediaan program beasiswa pendidikan.
“Kami menyiapkan anggaran untuk mencetak sarjana, termasuk 100 dokter dan puluhan lulusan magister dari Sumba Barat Daya, sebagai investasi masa depan daerah,” pungkasnya.

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan