Pasuruan fyi.co.id — Pemerintah Kabupaten Pasuruan resmi meluncurkan layanan Unit Gawat Darurat (UGD) 24 jam di seluruh puskesmas di wilayahnya. Peresmian dilakukan langsung oleh Bupati Pasuruan, Rusdi Sutejo, di Puskesmas Pohjentrek, Sabtu (7/3/2026) sore.

Peluncuran tersebut turut dihadiri Wakil Bupati Pasuruan Shobih Asrori, Ketua Komisi IV DPRD Kabupaten Pasuruan Andri Wahyudi, Ketua PCNU KH Imron Mutamakkin, Sekretaris Daerah Yudha Triwidya Sasongko, serta sejumlah pejabat di lingkungan Pemkab Pasuruan.

“Dengan ridho Allah SWT, saya resmikan UGD 24 jam se-Kabupaten Pasuruan,” ucap Rusdi saat meresmikan layanan tersebut yang disambut tepuk tangan para undangan.

Rusdi menjelaskan, kehadiran layanan UGD 24 jam di 33 puskesmas menjadi langkah penting dalam meningkatkan akses layanan kesehatan bagi masyarakat, terutama untuk penanganan kegawatdaruratan di luar jam operasional biasa.

Menurutnya, masyarakat kini dapat memperoleh pertolongan medis lebih cepat tanpa harus menunggu jam layanan puskesmas.

“Contohnya ada kecelakaan yang mengharuskan segera dilarikan ke faskes terdekat. Katakanlah kejadian ada di wilayah Puskesmas Pohjentrek ini. Ketika buka 24 jam, pasien bisa segera ditangani, dan ini yang diingini masyarakat dari dulu,” tegasnya.

Ia berharap kehadiran layanan tersebut mampu memperluas cakupan pelayanan kesehatan sekaligus meningkatkan jumlah masyarakat yang memanfaatkan fasilitas kesehatan tingkat pertama.

Rusdi juga menekankan pentingnya peningkatan kualitas pelayanan serta kapasitas sumber daya manusia di seluruh puskesmas agar layanan UGD 24 jam dapat berjalan optimal.

“Semoga setelah dilaunching ini, jumlah pasien di Puskesmas juga makin bertambah. Dan masyarakat pun juga sangat terbantukan. Jaga kualitas layanan dan SDM nya,” imbuhnya.

Selain itu, Rusdi meminta setiap puskesmas aktif melakukan sosialisasi agar masyarakat mengetahui adanya layanan baru tersebut.

“Jangan lupa papanisasi yang besar, medsos gembor-gemborkan, layanan posyandu dan semuanya disampaikan juga supaya pesannya nyampek di masyarakat,” katanya.

Ia juga meminta Komisi IV DPRD Kabupaten Pasuruan bersama pemerintah daerah untuk ikut mengawasi pelaksanaan program tersebut agar berjalan maksimal dan memberikan manfaat luas bagi masyarakat.

“Mohon kiranya Komisi IV bersama kami ikut mengawasi bagaimana UGD 24 jam ini bisa terus berkembang dan besar manfaatnya untuk masyarakat,” tuturnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Daerah, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana Kabupaten Pasuruan, dr Arma Roosalina, menjelaskan bahwa layanan UGD 24 jam merupakan arahan langsung Bupati Rusdi Sutejo dan masuk dalam 33 program prioritas pembangunan daerah.

Menurut Arma, layanan ini berfungsi sebagai pintu utama dalam memastikan masyarakat mendapatkan pertolongan medis secara cepat kapan pun dibutuhkan.

“Kami sangat berterima kasih karena Pak Bupati Mas Rusdi telah mensupport banyak hal termasuk penyediaan SDM dari OPD lain yang telah memberikan tenaganya untuk difungsikan di 33 puskesmas sebagai driver, tenaga keamanan dan tenaga kebersihan, itu luar biasa,” jelasnya.

Ia menambahkan, kekurangan tenaga perawat dan bidan telah diatasi melalui rekrutmen e-purchasing pegawai dengan memanfaatkan anggaran Badan Layanan Umum Daerah (BLUD) puskesmas.

Selain itu, berbagai sarana dan prasarana penunjang layanan juga telah dipersiapkan sejak awal 2025, termasuk rehabilitasi ruang instalasi gawat darurat di sejumlah puskesmas.

“Misalnya di Puskesmas Pohjentrek, alat kedokteran untuk layanan UGD telah disiapkan. Juga papanisasi sebagai sarana informasi kepada masyarakat bahwa pelayanan UGD telah 24 jam juga menjadi prioritas,” ujarnya.

Arma menambahkan, uji coba implementasi layanan UGD 24 jam telah dilakukan sejak 1 Januari 2025 dengan memanfaatkan sumber daya manusia yang ada di puskesmas, baik dengan sistem on call maupun on site.

“Sebab sesuai arahan Bupati bahwa jika 24 jam, maka SDM nya harus on side. Jadi setelah dilaunching, tidak boleh kaget. Insya allah akan banyak pasiennya,” terangnya.

Usai peluncuran, Rusdi bersama para tamu undangan meninjau langsung fasilitas UGD 24 jam di Puskesmas Pohjentrek. Kegiatan tersebut kemudian ditutup dengan acara buka puasa bersama.