Surabaya fyi.co.id – Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, secara resmi membuka Pameran Kiswah Syekh Abdul Qadir Al-Jailani di Masjid Nasional Al-Akbar Surabaya pada Kamis (12/3/2026).

Dalam kesempatan tersebut, ia juga mengukuhkan 99 Relawan Generasi Z Islam (GenZI) yang akan bertugas membantu pelayanan jamaah selama bulan Ramadan.

Prosesi pembukaan pameran ditandai dengan pemotongan pita oleh Gubernur Khofifah bersama Asisten Administrasi Umum Sekretariat Daerah Provinsi Jawa Timur, Achmad Jazuli, sejumlah kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD), serta Ketua Badan Pelaksana Pengelola Masjid Al-Akbar Surabaya, H.M. Sudjak.

Pada momen yang sama, Gubernur Khofifah turut menyematkan tanda pengenal kepada para relawan GenZI sebagai simbol dimulainya tugas mereka melayani jamaah.

Pameran tersebut menampilkan kiswah makbaroh yang merupakan hadiah dari cicit ulama besar Abdul Qadir al-Jilani, yakni Al Sayyid Al Syech Afeefuddin Al Jailani, kepada Gubernur Khofifah.

Kain kiswah itu kemudian dipamerkan di Masjid Al-Akbar Surabaya selama sepuluh hari terakhir Ramadan sebagai sarana edukasi sejarah sekaligus penguatan spiritual bagi masyarakat.

Tak hanya menampilkan kiswah, pameran juga memuat perjalanan sejarah pembangunan Masjid Al-Akbar Surabaya.

Informasi yang disajikan meliputi kondisi awal kawasan sebelum pembangunan masjid, proses peletakan batu pertama, hingga peresmian masjid oleh Presiden ke-4 RI, Abdurrahman Wahid.

Pengunjung juga dapat menyaksikan berbagai perkembangan terbaru masjid nasional tersebut.

Di antaranya renovasi kubah, pembangunan taman Asmaul Husna, fasilitas greenhouse, green toilet, serta penataan ruang terbuka lengkap dengan area air mancur yang semakin memperindah kawasan masjid.

Selain itu, turut dipamerkan program Literasi Digital Turats yang merupakan hasil kolaborasi dengan Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi Jawa Timur.

Program ini berfokus pada digitalisasi kitab klasik atau kitab kuning sehingga dapat diakses lebih luas oleh masyarakat dan kalangan akademisi.

Sementara itu, pembentukan 99 relawan Generasi Z Islami (GenZI) menjadi bagian dari upaya meningkatkan pelayanan kepada jamaah yang melaksanakan qiyamullail pada sepuluh hari terakhir Ramadan 1447 Hijriah di Masjid Al-Akbar Surabaya.

Para relawan tersebut terpilih melalui proses seleksi dari lebih dari 200 pendaftar yang berasal dari berbagai daerah di Jawa Timur, seperti Surabaya, Pasuruan, Lamongan, Tuban, dan beberapa wilayah lainnya.

Dalam sambutannya, Khofifah menyampaikan apresiasi atas semangat para relawan muda yang terlibat aktif dalam pelayanan jamaah di masjid.

Gubernur menilai keterlibatan generasi muda dalam kegiatan keagamaan menjadi bagian penting dalam memperkuat nilai spiritual di tengah masyarakat.

“Saya sangat mengapresiasi semangat para relawan muda atau Gen-Z yang dengan tulus melayani jamaah pada sepuluh hari terakhir Ramadan. Salah satu golongan yang dirindukan surga adalah anak muda yang hatinya terpaut dengan masjid. Semoga kita semua termasuk di dalamnya,” ujar Khofifah.

Lebih lanjut, Khofifah juga menyoroti perkembangan literasi turats di Jawa Timur. Hingga saat ini, sekitar 400 kitab kuning telah melalui proses telaah, dengan 200 di antaranya berhasil didigitalisasi agar lebih mudah diakses oleh masyarakat luas.

Tak hanya itu, sebanyak 48 turats juga telah dilengkapi ringkasan atau ikhtisar yang kemudian diterbitkan dalam dua buku.

Dua karya tersebut bahkan pernah diserahkan langsung kepada Grand Syekh Ahmed el-Tayeb dari Al-Azhar sebagai bentuk kontribusi Jawa Timur dalam pengembangan literasi dan khazanah keilmuan Islam di tingkat internasional.