fyi.co.id Pasuruan – Sidang Paripurna Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Kabupaten Pasuruan yang digelar pada Senin (30/3/2026) menjadi momentum penting bagi Ketua DPRD, Samsul Hidayat, dalam memimpin penyampaian resmi Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPJ) Bupati Tahun Anggaran 2025 di hadapan forum legislatif dan jajaran undangan.

Kegiatan yang berlangsung di ruang rapat paripurna Kantor DPRD Kabupaten Pasuruan tersebut dihadiri jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), anggota legislatif, serta perwakilan organisasi kemasyarakatan.

Dalam forum tersebut, Samsul Hidayat menyampaikan apresiasi terhadap kinerja pemerintah daerah di bawah kepemimpinan Bupati Rusdi Sutejo bersama Wakil Bupati Shobih Asrori.

Abah Samsul, sapaan akrab Ketua Dewan itu, menilai pembangunan yang dijalankan, khususnya di sektor infrastruktur, telah memberikan dampak nyata bagi masyarakat.

“Pemaparan LKPJ menunjukkan capaian positif pada sejumlah indikator makro ekonomi daerah,” sebutnya.

Pertumbuhan ekonomi Kabupaten Pasuruan pada 2025 tercatat sebesar 5,66 persen, meningkat dibandingkan tahun sebelumnya yang berada di angka 5,34 persen.

Selain itu, Indeks Pembangunan Manusia (IPM) juga mengalami kenaikan menjadi 73,02 atau bertambah 0,66 poin, didorong oleh meningkatnya angka harapan hidup hingga 74,81 tahun serta rata-rata lama sekolah.

Penurunan angka kemiskinan menjadi salah satu capaian penting. Pada 2025, tingkat kemiskinan berhasil ditekan menjadi 8,21 persen, turun dari 8,69 persen pada 2024.

“Angka tersebut bahkan lebih rendah dibandingkan rata-rata kemiskinan di tingkat Provinsi Jawa Timur yang berada di kisaran 9,5 persen,” tambahnya.

Dari sisi keuangan daerah, realisasi pendapatan mencapai Rp4,07 triliun atau sekitar 99,47 persen dari target yang ditetapkan.

Struktur pendapatan masih didominasi dana transfer dengan kontribusi 70,74 persen, sementara Pendapatan Asli Daerah (PAD) menyumbang 29,26 persen. Sementara itu, realisasi belanja daerah mencapai Rp4,02 triliun atau 92,56 persen.

Efisiensi anggaran juga menjadi sorotan dalam laporan tersebut, sejalan dengan Instruksi Presiden Nomor 1 Tahun 2025.

Pemerintah daerah melakukan berbagai penyesuaian, di antaranya pembatasan kegiatan seremonial, pengurangan perjalanan dinas hingga 50 persen, serta pengetatan belanja honorarium dan hibah.

Tahun 2025 menandai awal periode kepemimpinan dengan fokus pembangunan bertema peningkatan kualitas sumber daya manusia dan daya saing daerah guna mendukung transformasi ekonomi yang inklusif.

Pemerintah Kabupaten Pasuruan menetapkan empat prioritas utama, yakni peningkatan layanan dasar, penguatan ketahanan sosial ekonomi, pengembangan potensi lokal untuk daya saing, serta penguatan tata kelola pemerintahan berbasis elektronik.

Bupati Pasuruan, Rusdi Sutejo yang akrab disapa Mas Rusdi, menegaskan bahwa meskipun terjadi penyesuaian anggaran akibat kebijakan efisiensi dari pemerintah pusat, arah kebijakan tetap difokuskan pada pencapaian target pelayanan publik serta tindak lanjut atas rekomendasi DPRD pada tahun sebelumnya.

Di akhir penyampaiannya, Mas Rusdi berterima kasih kepada seluruh anggota DPRD Kabupaten Pasuruan yang terus bersinergi dengan Pemerintah Daerah dalam mewujudkan Kabupaten Pasuruan yang maju, sejahtera berkeadilan.

“Tentu saja, rekomendasi yang konstruktif dari segenap anggota DPRD sangat diharapkan untuk meningkatkan kinerja pelayanan menuju Kabupaten Pasuruan yang maju, sejahtera berkeadilan,” pungkasnya.(zai)