Kelurahan Tasikmadu berhasil meraih penghargaan juara pertama dalam Lomba Desa dan Kelurahan Tahun 2026 yang diumumkan pada Peringatan Hari Otonomi Daerah (OTODA) ke-30 di halaman Balai Kota Malang, Senin (27/4/2026).
Capaian ini menjadi bukti konkret atas inovasi berbasis masyarakat yang dikembangkan, khususnya dalam penguatan ketahanan pangan dan pemberdayaan ekonomi lokal.
Lurah Tasikmadu, Adhi Kristanto, menyampaikan bahwa penghargaan tersebut bukan sekadar prestasi administratif, melainkan hasil dari kerja kolektif warga dan seluruh elemen kelurahan.
Fokus utama yang diangkat dalam penilaian adalah optimalisasi potensi wilayah yang berdampak langsung pada kesejahteraan masyarakat.
“Ya, mudah-mudahan saja, juara ini bisa untuk memperbaiki kinerja pelayanan kepada masyarakat. Yang paling penting tentang ketahanan pangan dan potensi UMKM yang kita tonjolkan,” ujarnya.
Salah satu inovasi unggulan yang mengantarkan Tasikmadu meraih juara pertama adalah pemanfaatan lahan yang sebelumnya tidak produktif menjadi kawasan pangan terpadu.
Lahan makam yang dulunya terkesan terbengkalai disulap menjadi area budidaya ikan dan tanaman sayur yang hasilnya dapat dimanfaatkan oleh warga sekitar. Selain itu, keterlibatan petani milenial menjadi nilai tambah dalam pengembangan inovasi tersebut.
“yang pertama mungkin tentang pemanfaatan lahan makam yang dulunya seram, semak belukar kita manfaatkan untuk ketahanan pangan”. Kata Adhi
Pengembangan lahan yang tadinya tidak terpakai, disulap menjadi lahan yang lebih produktif, untuk kemaslahatan masyrakat dan penguatan pangan.
“Jadi di sana kita buat kolam ikan, kemudian ada tanaman-tanaman sayuran nanti yang hasilnya untuk masyarakat. Kemudian ada petani milenial yang bisa membuat makan dengan pelet. Itu sangat menarik,” jelasnya.
Adhi menambahkan, capaian ini juga menjadi momentum evaluasi untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan publik dan pemberdayaan masyarakat.
Pihaknya akan menindaklanjuti berbagai masukan dari tim juri serta memperkuat koordinasi dengan stakeholder, termasuk lembaga masyarakat dan PKK, dalam menghadapi penilaian di tingkat Provinsi Jawa Timur.
“Kemudian isnyaalloh ananti layanan pemberdayaan masyarakat nantibakan kita tinhkatkan lagi. Karena inovasi ini juga untuk maslahat untuk masyarakat Kelurahan Tasikmadu,” imbuhnya.
Ke depan, Kelurahan Tasikmadu menargetkan penguatan program yang telah berjalan agar semakin berdampak luas.
Dengan kolaborasi lintas elemen dan pendekatan berbasis potensi lokal, Tasikmadu optimistis dapat mempertahankan prestasi sekaligus menghadirkan manfaat berkelanjutan bagi masyarakat.


Tinggalkan Balasan