Sidoarjo fyi.co.id – Upaya membangun kesadaran masyarakat terhadap pentingnya pelestarian lingkungan sekaligus memperkuat mitigasi bencana dilakukan Himpunan Mahasiswa Administrasi Publik (HIMMAPIK) Universitas Muhammadiyah Sidoarjo (UMSIDA) melalui program Ruang Mengabdi bertajuk Green Public Action: Membangun Kepedulian Lingkungan melalui Gerakan Tanam Pohon Berkelanjutan.
Kegiatan tersebut berlangsung di Bumi Perkemahan Tanjek Wagir dan lahan Desa Tanjek Wagir, Kecamatan Krembung, Kabupaten Sidoarjo, Minggu (26/7/2026).
Program ini menggabungkan aksi penghijauan dengan edukasi kebencanaan sebagai upaya menumbuhkan pemahaman bahwa pelestarian lingkungan memiliki peran penting dalam mengurangi risiko bencana. Sebanyak 53 bibit pohon ditanam, terdiri atas 30 bibit kelengkeng, 10 bibit pete, 10 bibit rambutan, dan tiga bibit trembesi yang diharapkan mampu memberikan manfaat ekologis bagi kawasan tersebut.
Sekretaris Program Studi Administrasi Publik UMSIDA, Hendra Sukmana, S.AP., M.KP., mengatakan kegiatan tersebut menjadi media pembelajaran bagi mahasiswa untuk mengimplementasikan ilmu yang diperoleh di bangku kuliah melalui pengabdian langsung kepada masyarakat sekaligus meningkatkan kepedulian terhadap persoalan lingkungan.
Penguatan pemahaman mengenai mitigasi bencana juga diberikan melalui sesi Sharing Session yang menghadirkan narasumber dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sidoarjo, Agus Sugiharto, S.T. Dalam paparannya, ia menegaskan bahwa keberadaan pohon memiliki fungsi penting dalam menjaga keseimbangan lingkungan dan mengurangi potensi bencana.
“Penghijauan merupakan salah satu bentuk mitigasi bencana. Pohon mampu meningkatkan daya resap air, mengurangi risiko banjir, menjaga kestabilan tanah, serta menciptakan lingkungan yang lebih sehat bagi masyarakat,” jelas Agus Sugiharto.
Materi tersebut mendapat respons positif dari para peserta. Salah seorang mahasiswa mengaku memperoleh perspektif baru mengenai manfaat penghijauan setelah mengikuti kegiatan tersebut.
“Setelah mendengar penjelasan dari BPBD, saya jadi lebih paham kalau menanam pohon di lahan desa ini juga bisa membantu mencegah bencana seperti longsor dan banjir ke depannya,” ujar salah satu peserta.
Melalui kegiatan ini, HIMMAPIK UMSIDA berharap gerakan menanam pohon tidak berhenti sebagai kegiatan seremonial, melainkan menjadi budaya yang terus dikembangkan.
Selain memberikan manfaat bagi kelestarian lingkungan, penghijauan juga diharapkan mampu memperkuat ketahanan wilayah terhadap ancaman bencana sekaligus menumbuhkan kepedulian generasi muda dalam menjaga keberlanjutan ekosistem.


Tinggalkan Balasan