FYI.co.id – Sekretaris Tim Kampanye Nasional (TKN) Prabowo-Gibran, Nusron Wahid, turut buka suara terkait kasus penganiayaan yang diterima relawan Ganjar-Mahfud oleh aparat TNI di Boyolali, Jateng.

Menurut dia, kasus ini sebaiknya dijadikan pembelajaran atau introspeksi diri dalam tata cara berkampanye sembari mempercayakan proses hukum yang berlaku.

Hal ini disampaikan Nusron Wahid dalam merespons pernyataan Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto, yang mengaitkan kasus tersebut dengan posisi capres 02 Prabowo Subianto sebagai Menteri Pertahanan. Meski demikian, ia mengutuk keras penganiayaan tersebut.

“Pertama, kami juga mengutuk keras tindakan kekerasan yang dilakukan siapa pun, dan apa pun alasannya kepada sesama anak bangsa. Kami tidak mentolerir perilaku tersebut” jelas Nusron, Senin (1/1).

Menurut Nusron, isu penganiayaan ini sebaiknya tetap dijaga sebagai kasus hukum dan tidak mengaitkannya dengan politik.

“Mari kita percayakan pada proses hukum yang ada. Sebaiknya semua pihak tidak mengaitkan dengan isu netralitas TNI terhadap Paslon tertentu. Tidak perlu menarik-narik TNI ke dalam politik praktis. Yang kami dengar, Ini murni reaksi dari oknum TNI yang melakukan tindakan berlebihan atas respons relawan paslon tertentu yang berbuat gaduh dan mengganggu kenyamanan masyarakat secara umum.” jelasnya.