fyi.co.id Pasuruan – Forum Peduli Mojoparon (FPM) menggelar kegiatan malam cangkruan sebagai agenda pertemuan akhir tahun sekaligus pembahasan pembentukan dan pemilihan struktur kepengurusan anggota baru. Kegiatan tersebut dilaksanakan di Caffe Deplatte, Desa Pesanggrahan, Kecamatan Gempeng, Kabupaten Pasuruan, Sabtu malam (13/12/2025).
Pertemuan ini dihadiri seluruh anggota Forum Peduli Mojoparon yang berjumlah 20 orang. Kegiatan dipimpin langsung oleh Ketua FPM, Fauzi Lukman, dan berlangsung dalam suasana santai namun tetap serius membahas evaluasi organisasi serta arah program ke depan.
Sebagai forum sosial yang aktif di lingkungan masyarakat Mojoparon dan sekitarnya, FPM memanfaatkan momen akhir tahun ini untuk melakukan refleksi kegiatan, menjaga kekompakan internal, serta memperkuat komitmen transparansi organisasi.
Agenda Evaluasi Kegiatan Organisasi
Acara diawali dengan pembacaan Surat Al-Fatihah sebagai bentuk doa bersama agar seluruh rangkaian kegiatan berjalan lancar. Setelah itu, Ketua FPM Fauzi Lukman menyampaikan laporan umum terkait kegiatan yang telah dilaksanakan sepanjang tahun 2025.
Dalam penyampaiannya, Fauzi menjelaskan bahwa Forum Peduli Mojoparon telah menjalankan berbagai kegiatan sosial, kepedulian lingkungan, serta respon cepat terhadap isu-isu kemasyarakatan di wilayah Mojoparon dan sekitarnya. Ia menekankan pentingnya peran aktif seluruh anggota dalam menjaga eksistensi dan kredibilitas forum.
“FPM bukan hanya wadah berkumpul, tetapi juga ruang pengabdian sosial. Kekompakan dan keterbukaan menjadi kunci agar forum ini tetap dipercaya masyarakat,” ujar Fauzi.
Pemaparan Wakil Ketua dan Arah Ke Depan
Selanjutnya, Wakil Ketua FPM, Khoirul Anam, menyampaikan pandangannya terkait evaluasi internal serta rencana penguatan struktur organisasi. Ia menyebut bahwa pembaruan kepengurusan diperlukan agar organisasi tetap dinamis dan adaptif terhadap kebutuhan masyarakat.
Khoirul juga menekankan pentingnya regenerasi anggota serta pembagian tugas yang jelas agar program kerja FPM dapat berjalan lebih efektif di tahun mendatang. Menurutnya, forum harus mampu menjaga keseimbangan antara kegiatan sosial dan pengelolaan organisasi yang tertib.
Transparansi Keuangan Jadi Sorotan
Salah satu agenda penting dalam pertemuan tersebut adalah laporan keuangan yang disampaikan oleh Bendahara FPM, Sofyulloh. Ia memaparkan secara rinci pemasukan dan pengeluaran dana yang digunakan selama kegiatan FPM berlangsung.
Laporan keuangan tersebut dibacakan secara terbuka di hadapan seluruh anggota sebagai bentuk transparansi dan akuntabilitas organisasi. Sofyulloh menjelaskan bahwa keterbukaan keuangan menjadi prinsip utama FPM agar tidak menimbulkan kesalahpahaman maupun kecurigaan di internal anggota.
“Semua dana yang masuk dan keluar kami sampaikan secara terbuka supaya seluruh anggota mengetahui penggunaannya,” jelas Sofyulloh.
Penguatan Solidaritas dan Dampak Sosial
Melalui kegiatan malam cangkruan ini, Forum Peduli Mojoparon berharap dapat memperkuat solidaritas antaranggota sekaligus meningkatkan kepercayaan publik terhadap peran forum sebagai mitra sosial masyarakat.
Pertemuan ini juga menjadi momentum penting untuk menyatukan visi dan komitmen dalam menjalankan kegiatan sosial yang berkelanjutan. Dengan struktur kepengurusan yang solid dan manajemen yang transparan, FPM optimistis mampu memberikan kontribusi positif bagi lingkungan dan masyarakat Mojoparon di tahun-tahun mendatang.(zai)

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan