PROBOLINGGO, Fyi.co.id -Sebagai bagian dari komitmen menjaga lingkungan dan mendukung pengelolaan sumber daya air yang berkelanjutan, PT HM Sampoerna Tbk Plant Kraksaan menggelar Sosialisasi Perilaku Hidup Bersih dengan tema Edukasi Pemilahan dan Pengelolaan Sampah di Pendopo Kecamatan Kraksaan, Kabupaten Probolinggo, Selasa (23/06/2026).
Kegiatan yang diikuti sekitar 70 peserta dari berbagai unsur tersebut menjadi salah satu rangkaian persiapan Resertifikasi Alliance for Water Stewardship (AWS) PT HM Sampoerna Tbk Plant Kraksaan. Hadir dalam kegiatan tersebut perwakilan Kelurahan Kraksaan Wetan, Desa Kebonagung, Kecamatan Kraksaan, PT HM Sampoerna Tbk SKT Plant Kraksaan, Dinas Kesehatan Kabupaten Probolinggo, Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Probolinggo, dan Puskesmas Kraksaan.
Manager Hand-Rolled PT HM Sampoerna Tbk Plant Kraksaan, Hendriawan Arief Wibowo, mengatakan bahwa kegiatan ini merupakan tindak lanjut dari Stakeholder Meeting yang telah dilaksanakan sebelumnya.
“Kegiatan ini merupakan tindak lanjut dari Stakeholder Meeting yang telah dilaksanakan pada bulan Mei 2026 lalu dan salah satu rangkaian Program AWS (Alliance for Water Stewardship). Tahun 2025, PT HM Sampoerna Tbk Plant Kraksaan telah mendapatkan sertifikasi AWS,” terangnya.
Menurut Hendriawan, pengelolaan sampah menjadi perhatian karena berkaitan dengan risiko air di wilayah sekitar perusahaan.
“Lewat kegiatan ini, PT HM Sampoerna Tbk SKT Plant Kraksaan bersama masyarakat Kecamatan Kraksaan, dapat mewujudkan lingkungan yang bersih serta dapat mencegah risiko air di wilayah sekitar khususnya terhadap risiko kebersihan dan sanitasi,” paparnya.
Apresiasi terhadap kegiatan tersebut juga disampaikan Camat Kraksaan, Puja Kurniawan.
“Ini adalah kegiatan yang bisa terjadi atas kolaborasi antara berbagai pihak. PT HM Sampoerna Plant Kraksaan melaksanakan kegiatan yang bermanfaat bagi masyarakat Kraksaan,” ujarnya.
Ia menegaskan pentingnya menjaga lingkungan demi generasi mendatang.
“Jangan wariskan sampah kepada anak cucu kita, namun wariskan lingkungan dan air yang sehat untuk masa depan dan anak cucu kita,” kata Puja.
Sementara itu, Sri Wahyu Utami dari Bidang Kesehatan Masyarakat Dinas Kesehatan Kabupaten Probolinggo menekankan pentingnya menjaga kebersihan dan lingkungan melalui pendekatan STBM.
“Penting untuk menjaga kebersihan dan lingkungan berlandaskan STBM. Pemerintah Kabupaten Probolinggo selalu berupaya melaksanakan berbagai upaya untuk menjaga kebersihan dan lingkungan di Kabupaten Probolinggo,” paparnya.

Tinggalkan Balasan