Malang fyi.co.id – Ketekunan Sri Rahayu mengembangkan usaha bordir handmade membuahkan hasil. Melalui brand Marsalia yang menjadi UMKM binaan BRI Cabang Malang Sutoyo, produk bordir khas Malang kini mampu menembus pasar Dubai.

 

Sri memulai usahanya pada 2010 hanya bermodal keterampilan menyulam yang dipelajari secara mandiri. Pesanan yang terus berdatangan membuat usaha tersebut berkembang menjadi salah satu UMKM bordir yang dikenal di Malang.

 

“Awalnya hanya berangkat dari kesukaan membuat kerajinan tangan. Tidak pernah terpikir akan berkembang sejauh ini, tetapi karena banyak yang memesan, akhirnya saya tekuni dengan lebih serius,” ujar Sri Rahayu.

 

Marsalia saat ini memiliki ratusan produk handmade, mulai dari daster bordir, tas, sandal, hingga dompet. Produk unggulannya berupa daster bordir berbahan katun Jepang yang diproduksi dengan detail bordir manual.

 

Ciri khas bordir tangan menjadi nilai utama yang dipertahankan Marsalia. Proses produksi melibatkan para pengrajin perempuan di sekitar tempat usaha.

 

“Semua bordir dikerjakan tangan oleh ibu-ibu di sekitar sini. Saya ingin mereka juga punya penghasilan dan merasa diberdayakan,” jelas Sri.

 

Marsalia juga memanfaatkan sisa kain produksi menjadi produk kreatif bernilai ekonomi. Langkah tersebut dilakukan untuk mengurangi limbah sekaligus memperluas pilihan produk.

 

Pada 2023, Marsalia mulai memperkuat pemasaran digital setelah Dany Ariyanto bergabung sebagai Marketing Manager. Strategi pemasaran dilakukan melalui media sosial, marketplace, dan jaringan outlet UMKM.

 

“Kami melihat potensi besar dari produk handmade ini. Dengan strategi pemasaran yang tepat, Marsalia bisa menjangkau pasar yang lebih luas, bahkan internasional,” ungkap Dany.

 

Kini produk Marsalia telah dipasarkan di berbagai daerah di Jawa Timur dan mulai menerima pesanan dari luar negeri, termasuk Dubai.

 

“Harapan saya sederhana, Marsalia bisa terus bertahan, berkembang, dan memberi manfaat bagi banyak orang,” tutup Sri.