KOTA MALANG – Wali Kota Malang, Wahyu Hidayat, secara resmi menutup Kejuaraan Kota (Kejurkot) Catur Wali Kota Malang Cup 2026 yang digelar di MTsN 1 Kota Malang, Minggu (26/4/2026).

Penutupan tersebut dirangkaikan dengan penyerahan hadiah kepada para pemenang serta apresiasi kepada seluruh peserta dan panitia yang telah menyukseskan ajang olahraga tersebut.

Dalam sambutannya, Wahyu Hidayat menyampaikan permohonan maaf karena baru dapat hadir pada penutupan acara.

Ia mengungkapkan, agenda kedinasan yang padat, termasuk kunjungan ke Jakarta untuk menerima penghargaan di bidang pendidikan, membuatnya tidak bisa menghadiri pembukaan kejuaraan.

Meski demikian, ia menegaskan komitmen Pemerintah Kota Malang dalam mendukung pengembangan olahraga, khususnya catur, sebagai bagian dari pembentukan karakter generasi muda.

Menurutnya, catur tidak hanya mengasah kemampuan intelektual, tetapi juga melatih strategi, kesabaran, dan daya saing.

“Harapan saya memang ini akan bisa memacu dan memicu semangat dari adik-adik sekalian. Yang juara satu, dua, dan tiga nanti bisa langsung masuk ke sekolah melalui jalur prestasi. Ini bentuk apresiasi sekaligus motivasi agar terus berprestasi,” ujar Wahyu dalam sambutannya.

Ia juga mengapresiasi peran Persatuan Catur Seluruh Indonesia (Percasi) Kota Malang yang dinilai konsisten menggelar berbagai kejuaraan.

Intensitas pertandingan, menurutnya, menjadi faktor penting dalam meningkatkan kemampuan dan jam terbang para atlet.

“Kegiatan seperti ini sangat penting karena dari banyaknya event yang diikuti, kemampuan para atlet akan semakin terasah. Tidak hanya di dalam kota, tapi juga hingga ke tingkat nasional bahkan internasional. Ini menjadi bukti bahwa pembinaan berjalan dengan baik,” lanjutnya.

Wahyu turut menyoroti prestasi atlet catur Kota Malang yang akan berlaga di tingkat internasional, termasuk di Hong Kong dan Filipina.

Ia menilai hal tersebut sebagai kebanggaan tersendiri bagi daerah, sekaligus indikator keberhasilan pembinaan olahraga.

Selain itu, ia menyinggung target ambisius Kota Malang dalam ajang Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Jawa Timur 2027 di Surabaya.

Pemerintah Kota Malang menargetkan perolehan 222 medali, angka yang menurutnya harus dicapai dengan perencanaan matang dan kerja keras seluruh pihak terkait.

“Target 222 ini bukan sekadar angka, tetapi harus disertai analisa dan strategi yang tepat. Saya yakin dengan kolaborasi antara Percasi, KONI, dan seluruh stakeholder, target ini bisa kita capai,” tegasnya.

Di akhir sambutannya, Wahyu kembali mengucapkan selamat kepada para pemenang serta mendorong para peserta untuk terus mengembangkan potensi diri. Ia berharap Kejurkot Catur dapat menjadi wadah lahirnya atlet-atlet unggul yang mampu mengharumkan nama Kota Malang di tingkat regional hingga internasional.

Dengan ditutupnya kejuaraan ini, Pemerintah Kota Malang menegaskan komitmennya dalam membangun sumber daya manusia yang unggul, berkarakter, dan berdaya saing melalui penguatan sektor olahraga.