PASURUAN, Fyi.co.id — Anggota DPRD Kabupaten Pasuruan, H. Sa’ad Muafi, S.H mendampingi Anggota DPR RI Rico Alviano, S.T. bersama Anggota DPRD Provinsi Sumatera Barat Donizar dalam kunjungan ke kawasan Gunung Bromo.
Kunjungan tersebut tidak hanya menjadi bagian dari pengawalan terhadap situasi kebakaran yang terjadi di kawasan Bromo, tetapi sekaligus menjadi momentum untuk memperkenalkan secara langsung potensi wisata Bromo dan wilayah sekitarnya kepada para legislator dari luar daerah.
H. Sa’ad Muafi, S.H menegaskan bahwa persoalan kebakaran di kawasan Bromo harus menjadi perhatian bersama. Menurutnya, kawasan Bromo bukan hanya memiliki nilai ekologis, tetapi juga menjadi salah satu penopang ekonomi masyarakat melalui sektor pariwisata.
“Bromo ini bukan hanya milik satu daerah. Bromo adalah kawasan wisata yang memiliki nilai luar biasa, baik dari sisi lingkungan, ekonomi, maupun pariwisata. Karena itu, ketika terjadi kebakaran, yang harus kita lakukan adalah memastikan penanganannya berjalan dengan baik dan tidak menimbulkan dampak yang lebih luas,” ujar H. Sa’ad Muafi.
Ia mengatakan, kunjungan bersama Rico Alviano dan Donizar juga menjadi kesempatan untuk melihat secara langsung kondisi kawasan serta memahami berbagai persoalan yang dihadapi masyarakat dan pelaku wisata di sekitar Bromo.
“Ketika kami mendampingi Mas Rico dan Pak Donizar ke Bromo, kami ingin mereka melihat langsung bagaimana kondisi di lapangan. Jangan sampai kita hanya berbicara mengenai Bromo dari informasi yang ada di media, tetapi tidak pernah melihat langsung bagaimana kawasan ini, bagaimana masyarakatnya, bagaimana aktivitas wisatanya, dan bagaimana persoalan lingkungannya,” katanya.
Menurut Sa’ad Muafi, pengawalan terhadap persoalan kebakaran harus dilakukan dengan pendekatan yang serius, terukur dan melibatkan berbagai pihak. Ia menilai perlindungan terhadap kawasan Bromo harus berjalan beriringan dengan keberlangsungan ekonomi masyarakat.
“Penanganan kebakaran harus menjadi prioritas. Tetapi di sisi lain, kita juga tidak boleh melupakan masyarakat yang menggantungkan kehidupan ekonominya dari sektor wisata. Jadi ada dua hal yang harus kita jaga, yaitu keselamatan dan kelestarian kawasan sekaligus keberlanjutan ekonomi masyarakat,” tegasnya.
Sa’ad Muafi juga menilai Bromo memiliki potensi besar untuk terus dikembangkan sebagai destinasi wisata unggulan. Menurutnya, promosi wisata tidak cukup hanya dilakukan melalui media sosial atau kampanye promosi, tetapi juga perlu dibangun melalui jejaring antardaerah dan antarlembaga.
“Ini juga bagian dari mengenalkan Bromo kepada kawan-kawan dari Sumatera Barat. Mas Rico Anggota DPR RI dari Sumatera Barat I, sementara Pak Donizar merupakan Anggota DPRD Provinsi Sumatera Barat. Kami berharap setelah melihat langsung Bromo, mereka juga bisa ikut mengenalkan potensi wisata ini kepada masyarakat di daerahnya,” jelasnya.
Politisi tersebut menambahkan, hubungan antardaerah perlu terus diperkuat, khususnya dalam bidang pariwisata. Ia menyebut kunjungan seperti ini dapat membuka ruang pertukaran gagasan dan peluang kerja sama untuk mengembangkan potensi daerah.
“Kita ingin ada konektivitas. Jangan berpikir bahwa wisata Pasuruan hanya untuk orang Pasuruan atau wisata Sumatera Barat hanya untuk masyarakat Sumbar. Pariwisata itu harus saling dikenalkan. Kalau jejaringnya semakin luas, maka manfaat ekonominya juga bisa semakin besar bagi masyarakat,” ungkapnya.
Sa’ad Muafi berharap momentum kunjungan tersebut tidak berhenti sebagai kunjungan biasa, tetapi dapat menjadi awal dari komunikasi dan kerja sama yang lebih luas.
“Kami ingin Bromo tidak hanya dikenal karena keindahan alamnya, tetapi juga karena bagaimana masyarakat di sekitarnya mampu mendapatkan manfaat dari potensi tersebut. Pemerintah dan para wakil rakyat harus hadir untuk memastikan kawasan wisatanya terjaga, masyarakatnya mendapatkan manfaat, dan persoalan seperti kebakaran mendapatkan pengawalan secara serius,” pungkas H. Sa’ad Muafi.

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan