Pemerintah Kota Malang terus mendorong literasi digital masyarakat melalui kegiatan Bimbingan Teknis (Bimtek) Layanan Berbasis Teknologi dan Komunikasi Tahap 1 yang mengangkat tema “Produktif dan Bijak Menggunakan AI”.

 

Kegiatan yang digelar di Mini Block Office Lantai 4, Kamis (30/4/2026), ini menyasar berbagai lapisan masyarakat, mulai dari generasi muda hingga lanjut usia.

 

Wali Kota Malang, Wahyu Hidayat, menegaskan bahwa perkembangan teknologi kecerdasan buatan (AI) tidak bisa dihindari, sehingga masyarakat perlu dibekali pemahaman yang utuh, baik dari sisi manfaat maupun risikonya.

 

Terlebih, tingginya penggunaan media sosial di Kota Malang turut berbanding lurus dengan potensi penyalahgunaan teknologi digital.

 

“Tema hari ini produktif dan bijak menggunakan AI. Ini penting karena peserta tidak hanya anak muda, tapi juga sampai usia lanjut,” ujar Wahyu.

 

Ia menjelaskan bahwa edukasi terkait AI menjadi bagian dari usulan dalam Musrenbang, baik di tingkat kelurahan maupun tematik.

 

Menurutnya, pemahaman yang merata akan membantu masyarakat lebih adaptif sekaligus waspada terhadap perkembangan teknologi yang semakin cepat.

 

“Dengan AI ini ada yang positif dan negatif. Tadi sudah disampaikan sisi negatifnya, tapi positifnya juga ada. Harapannya peserta bisa memilih dan memilah penggunaan teknologi ini dengan bijak,” tambahnya.

 

Wahyu juga menyoroti tingginya angka kasus penyalahgunaan teknologi, seperti penipuan berbasis digital yang kerap terjadi di tengah masyarakat.

 

Ia mengingatkan bahwa ketidakhati-hatian dalam menggunakan media sosial maupun AI dapat berujung pada persoalan hukum maupun sosial.

 

“Kota Malang ini pengguna media sosialnya tinggi, termasuk influencer. Tapi kasus penyalahgunaan juga ada, seperti penipuan. Maka harus bijak, melihat mana yang berdampak dan tidak,” tegasnya.

 

Lebih lanjut, ia berharap para peserta bimtek tidak hanya memahami materi yang diberikan, tetapi juga mampu menjadi agen literasi digital di lingkungannya masing-masing.

 

Dengan demikian, informasi mengenai penggunaan AI yang sehat dan bertanggung jawab dapat tersebar lebih luas.

 

“Peserta ini terbatas, jadi kami berharap mereka bisa menyampaikan kembali ke masyarakat agar pemanfaatan teknologi, khususnya AI, bisa dilakukan secara bijak,” pungkasnya.