Pemerintah Kota Malang terus memperkuat dukungan terhadap pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM), salah satunya melalui optimalisasi peran Bank Perkreditan Rakyat (BPR) Tugu Artha.
Hal ini disampaikan Wali Kota Malang, Wahyu Hidayat, dalam rangkaian peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-112 Kota Malang yang digelar di Kantor BPR Tugu Artha, Kamis (30/4/2026).
Dalam kesempatan tersebut, Wahyu menegaskan bahwa keberadaan BPR Tugu Artha sejak awal memang diarahkan untuk memperkuat akses pembiayaan bagi pelaku UMKM.
Bahkan, sejak berdiri sekitar 25 tahun lalu, lembaga keuangan milik daerah ini telah berfokus melayani sektor informal, khususnya di pasar-pasar tradisional.
“Sejak awal berdiri, Tugu Artha memang memberikan peluang kepada UMKM. Sampai sekarang pun kami tekankan, jika ada kendala pembiayaan, bisa mengakses program yang disediakan BPR,” ujarnya.
Menurutnya, dukungan terhadap UMKM tidak hanya sebatas pada penyediaan akses kredit, tetapi juga memastikan keberlanjutan program berjalan efektif.
Oleh karena itu, pemerintah kota tetap melakukan evaluasi terhadap kinerja BPR, terutama terkait pengelolaan modal yang telah disuntikkan dalam beberapa tahun terakhir.
“Penyertaan modal itu kan bertahap selama lima tahun. Kami akan lihat dulu kinerjanya sebelum mengambil langkah lanjutan terkait penambahan modal,” jelas Wahyu.
Ia menambahkan, sebagai pemegang saham mayoritas, pemerintah kota memiliki tanggung jawab untuk memastikan bahwa setiap kebijakan investasi memberikan dampak nyata bagi masyarakat, khususnya pelaku usaha kecil yang membutuhkan dukungan pembiayaan yang terjangkau dan aman.
Di sisi lain, Wahyu juga menyoroti masih maraknya praktik pinjaman ilegal atau yang dikenal dengan “bank titil” di tengah masyarakat.
Ia mengingatkan bahwa skema pinjaman semacam itu berpotensi merugikan karena bunga yang tinggi dan tidak memiliki perlindungan hukum yang jelas.
“Kami sudah melakukan sosialisasi bahwa praktik seperti itu merugikan, terutama dari sisi bunga. Lebih baik masyarakat memanfaatkan layanan perbankan resmi milik pemerintah yang jelas dan aman,” tegasnya.
Melalui penguatan peran BPR Tugu Artha, Pemkot Malang berharap akses pembiayaan bagi UMKM semakin luas, sekaligus mampu menekan praktik pinjaman ilegal.
Upaya ini menjadi bagian dari strategi pemerintah dalam mendorong pertumbuhan ekonomi lokal yang inklusif dan berkelanjutan.

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan