Peringatan Hari Lahir (Harlah) ke-92 Gerakan Pemuda Ansor Kota Malang berlangsung khidmat dan penuh semangat kebersamaan di Kantor PCNU Kota Malang, Sabtu (3/5/2026).

 

Kegiatan ini dirangkaikan dengan launching Majelis Sholawat Burdah serta dimulainya program Ngaji Kitab Syarah Burdah sebagai upaya memperkuat tradisi keilmuan dan spiritualitas kader.

 

Acara tersebut dihadiri oleh Wali Kota Malang, jajaran PCNU Kota Malang, para ketua dan sekretaris badan otonom (banom) NU, ketua ranting dan PAC GP Ansor se-Kota Malang, kader Banser, hingga dewan penasehat PC GP Ansor Kota Malang.

 

Kehadiran berbagai unsur ini mencerminkan kuatnya sinergi antar elemen Nahdlatul Ulama dalam membangun kaderisasi yang solid dan berkelanjutan.

 

Rangkaian kegiatan diawali dengan launching Majelis Burdah yang kemudian dilanjutkan dengan pembacaan sholawat Burdah serta ngaji kitab Tafrihul Mabadi’ sebagai bagian dari Syarah Burdah.

 

Momentum ini menjadi simbol penguatan nilai-nilai Ahlussunnah wal Jamaah melalui pendekatan keilmuan dan tradisi.

 

Selain itu, prosesi pemotongan tumpeng oleh Wali Kota Malang yang diserahkan kepada Ketua GP Ansor Kota Malang, Sugiyanto, menjadi penanda rasa syukur atas perjalanan panjang organisasi.

 

Ketua GP Ansor Kota Malang, Sugiyanto, menyampaikan bahwa peringatan harlah harus menjadi energi penggerak bagi seluruh kader.

 

“Harlah ke-92 ini menjadi momentum untuk menegaskan peran Ansor sebagai garda terdepan pemuda NU dalam menjaga nilai keislaman dan kebangsaan,” ujarnya.

 

Ia menambahkan, penguatan spiritual melalui Majelis Burdah menjadi langkah strategis dalam membangun kualitas kader yang utuh.

 

“Kami ingin kader Ansor tidak hanya kuat secara organisasi, tetapi juga memiliki kedalaman spiritual dan kecintaan kepada Rasulullah melalui tradisi sholawat,” kata Sugiyanto.

 

Lebih lanjut, Sugiyanto menekankan pentingnya kontribusi sosial Ansor di tengah masyarakat.

 

“Ansor harus terus bergerak menebarkan manfaat, menjaga marwah ulama, serta memberikan dampak positif bagi agama, Nahdlatul Ulama, dan kemaslahatan bangsa,” tuturnya.

 

Sebagai bentuk kepedulian sosial, kegiatan ini juga diisi dengan penyerahan santunan kepada anak-anak yatim dari keluarga Banser.

 

Suasana haru semakin terasa saat pemberian penghargaan kepada lima anggota Banser senior sebagai bentuk apresiasi atas dedikasi dan pengabdian panjang mereka dalam menjaga organisasi dan para kiai.

 

Rangkaian acara ditutup dengan doa bersama dan ramah tamah, menegaskan komitmen GP Ansor Kota Malang sebagai organisasi kepemudaan yang religius, adaptif, dan memiliki kepekaan sosial tinggi dalam menjawab tantangan zaman.