SURABAYA, Fyi.co.id – Upaya membangun kesadaran masyarakat terhadap pentingnya menjaga kebersihan lingkungan terus diperkuat melalui Sosialisasi Perilaku Hidup Bersih bertema “Edukasi Pemilahan dan Pengelolaan Sampah“ yang berlangsung di Pendopo Kelurahan Rungkut Tengah, Kecamatan Gununganyar, Kota Surabaya, Selasa (14/7/2026).
Sebanyak 75 peserta dari Kelurahan Rungkut Tengah, Kecamatan Gununganyar, Puskesmas Gununganyar, serta PT HM Sampoerna Tbk. – SKT Plant Rungkut 1 mengikuti kegiatan yang menjadi bagian dari rangkaian persiapan Resertifikasi Alliance for Water Stewardship (AWS) di SKT Plant Rungkut 1 Surabaya.
Manager Hand-Rolled PT. HM Sampoerna Tbk. – SKT Plant Rungkut 1 Surabaya, Sianggono Harisan, menjelaskan bahwa penerapan standar internasional Alliance for Water Stewardship menjadi pedoman perusahaan dalam mengelola sumber daya air secara berkelanjutan.
“PT HM Sampoerna Tbk. – SKT Plant Rungkut 1 mengadopsi standar internasional Alliance for Water Stewardship (AWS) sebagai acuan dalam pengelolaan air. Penerapan ini mencakup pengelolaan air secara bijaksana, pemantauan keseimbangan penggunaan air, menjaga kualitas air, melindungi kawasan penting yang berkaitan dengan sumber air, serta memastikan sanitasi dan kebersihan tetap terjaga,” terangnya.
Ia juga menyampaikan bahwa persoalan sampah menjadi salah satu risiko yang berkaitan dengan pengelolaan air di lingkungan sekitar perusahaan sehingga diperlukan peningkatan kesadaran masyarakat.
“Semoga melalui ini dapat terwujud lingkungan yang bersih serta dapat mencegah risiko air khususnya terhadap risiko kebersihan dan sanitasi,” paparnya.
Lurah Rungkut Tengah, Gogor Setyawan, menyampaikan apresiasi atas keberlanjutan kolaborasi yang telah terjalin dengan PT HM Sampoerna Tbk. – SKT Plant Rungkut 1 dalam berbagai kegiatan kemasyarakatan.
“Sekali lagi kami sampaikan terima kasih kepada PT HM Sampoerna Tbk. – SKT Plant Rungkut 1. Tahun lalu ada banyak kegiatan yang melibatkan kelurahan kami. Tahun ini juga kami diajak kolaborasi kembali,” ujarnya.
Sementara itu, Kepala Seksi Kesejahteraan Rakyat Kecamatan Gununganyar, Ponari, mengajak seluruh elemen masyarakat untuk berperan aktif menjaga lingkungan melalui kebiasaan memilah sampah sejak dari rumah.
“Menjaga air dan lingkungan bukan hanya tugas individu, melainkan juga tugas bersama. Penting untuk bersama-sama dalam upaya memilah sampah agar Kota Surabaya dapat meminimalisir sampah,” katanya.
Pada kesempatan yang sama, Fitri Yuda Mayasari dari Bidang Kesehatan Lingkungan Puskesmas Gununganyar menjelaskan bahwa pemilahan sampah menjadi langkah penting untuk mencegah kontaminasi silang yang dapat menurunkan nilai ekonomis material daur ulang.
“Mencegah kontaminasi silang dapat dilakukan dengan berbagai macam cara. Sampah organik yang tercampur dengan anorganik (seperti plastik/kertas) akan membusuk dan merusak kualitas material daur ulang, sehingga menurunkan atau menghilangkan nilai ekonomisnya secara total,” paparnya.
Menurutnya, edukasi mengenai pemilahan sampah harus dilakukan secara berkelanjutan melalui berbagai ruang interaksi masyarakat.
“Bisa dimulai di keluarga, bisa lewat forum non formal seperti arisan, atau juga memanfaatkan acara di kelurahan atau dimanapun,” pungkasnya.

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan